Pengguna iOS di Jerman untuk sementara tidak dapat menikmati feature
push e-mail untuk iCloud dan MobileMe. Hal tersebut dapat terjadi karena
saat ini Apple sedang menjalankan proses pengadilan. Beberapa waktu
lalu, Motorola Mobility menuntut Apple karena masalah hak paten.
Untungnya, para pengguna yang terkena masalah ini masih dapat
menerima e-mail untuk iCloud dan MobileMe. Hanya fungsi “push e-mail”
saja yang dimatikan di negara tersebut. E-mail baru tetap akan
terdownload ke perangkat berbasis iOS saat aplikasi Mail dibuka. Layanan
Push e-mail untuk perangkat lain seperti desktop, laptop, dan web tidak
terpengaruh atas masalah ini.
Masih ingin menerima e-mail secara otomatis tanpa harus masuk ke
aplikasi Mail? Anda bisa menyalakan feature “Tap Fetch New Data”.
Feature tersebut dapat Anda temukan di bagian Setting, Mail, Contacts,
Calendar. Kemudian, pilihlah “Tap Fetch New Data”. Pilih interval waktu
untuk Fetch. Setelah mengatur hal tersebut, Anda akan menerima e-mail
secara otomatis sesuai dengan waktu yang Anda tentukan sendiri.
Bagaimana tanggapan Apple terhadap tuntutan dari Motorola Mobility
tersebut? Apple sendiri merasa kalau tuntutan tersebut tidak tepat. Oleh
karena itu, mereka akan melawan terhadap tuntutan tersebut.
Sumber : http://www.jagatreview.com/2012/02/masalah-hak-paten-layanan-push-e-mail-untuk-icloud-dan-mobileme-dihentikan-di-jerman/
Tanggapan :
Dalam pembuatan hak karya cipta memang tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah. Dari mulai perancangan, pembuatan sampai dengan sebuah karya cipta masih bisa ditangani. Namun biasanya setelah karya cipta itu sudah jadi baru bermasalah, itu merupakan bagian yang sering tidak diperhatikan oleh si empunya karya cipta. Sebenarnya setiap selesainya membuat sebuah karya cipta, hendaknya langsung memasang hak paten. Seperti layaknya kasus di atas, Motorola Mobility menuntut Apple untuk masalah hak paten. Layanan Push E-mail dan MobileMe dipermasalahkan oleh kedua pihak tersebut hingga sampai ke pengadilan. Sebenarnya layanan aplikasi tersebut adalah punya Motorola Mobility, namun diciptakan kembali oleh Apple. Namun hingga Apple menciptakan kembali layanan tersebut Motorola Mobility belum memberi label pada layanan aplikasi tersebut. Sehingga pada saat di meja hijau pihak Apple akan tetap melawan, karena merasa tidak bersalah. Ini sebagai pelajaran bagi kita semua, bahwa hak paten untuk karya cipta kita sangatlah penting sehingga tidak dibajak atau ditiru oleh orang lain. Sehingga sebaiknya setelah karya cipta kita jadi, hendaknya kita langsung memasang label hak paten pada karya cipta kita.
Selamat Datang
Selamat Datang di Blog Inspirasi Kehidupan
Kamis, 15 Maret 2012
Kamis, 01 Desember 2011
Sejarah, Proses dan Masa Politik di Indonesia
Sejarah Sistem
Politik Indonesia bisa dilihat dari proses politik yang terjadi di dalamnya.
Namun dalam menguraikannya tidak cukup sekedar melihat sejarah Bangsa Indonesia
tapi diperlukan analisis sistem agar lebih efektif. Dalam proses politik
biasanya di dalamnya terdapat interaksi fungsional yaitu proses aliran yang
berputar menjaga eksistensinya. Sistem politik merupakan sistem yang terbuka,
karena sistem ini dikelilingi oleh lingkungan yang memiliki tantangan dan
tekanan.
Dalam melakukan
analisis sistem bisa dengan pendekatan satu segi pandangan saja seperti dari
sistem kepartaian, tetapi juga tidak bisa dilihat dari pendekatan tradisional
dengan melakukan proyeksi sejarah yang hanya berupa pemotretan sekilas.
Pendekatan yang harus dilakukan dengan pendekatan integratif yaitu pendekatan
sistem, pelaku-saranan-tujuan dan pengambilan keputusan
Proses politik
mengisyaratkan harus adanya kapabilitas sistem. Kapabilitas sistem adalah
kemampuan sistem untuk menghadapi kenyataan dan tantangan. Pandangan mengenai
keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini berbeda diantara para pakar
politik. Ahli politik zaman klasik seperti Aristoteles dan Plato dan diikuti oleh
teoritisi liberal abad ke-18 dan 19 melihat prestasi politik dikuru dari sudut
moral. Sedangkan pada masa modern sekarang ahli politik melihatnya dari tingkat
prestasi (performance level) yaitu seberapa besar pengaruh lingkungan
dalam masyarakat, lingkungan luar masyarakat dan lingkungan internasional.
Pengaruh ini akan
memunculkan perubahan politik. Adapun pelaku perubahan politik bisa dari elit
politik, atau dari kelompok infrastruktur politik dan dari lingkungan
internasional.
Perubahan ini besaran
maupun isi aliran berupa input dan output. Proes mengkonversi input menjadi
output dilakukan oleh penjaga gawang (gatekeeper).
Terdapat 5
kapabilitas yang menjadi penilaian prestasi sebuah sistem politik :
1. Kapabilitas Ekstraktif, yaitu
kemampuan Sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kemampuan SDA biasanya
masih bersifat potensial sampai kemudian digunakan secara maksimal oleh
pemerintah. Seperti pengelolaan minyak tanah, pertambangan yang ketika datang
para penanam modal domestik itu akan memberikan pemasukan bagi pemerintah
berupa pajak. Pajak inilah yang kemudian menghidupkan negara.
2. Kapabilitas Distributif. SDA yang
dimiliki oleh masyarakat dan negara diolah sedemikian rupa untuk dapat
didistribusikan secara merata, misalkan seperti sembako yang diharuskan dapat
merata distribusinya keseluruh masyarakat. Demikian pula dengan pajak sebagai
pemasukan negara itu harus kembali didistribusikan dari pemerintah pusat ke
pemerintah daerah.
3. Kapabilitas Regulatif (pengaturan).
Dalam menyelenggaran pengawasan tingkah laku individu dan kelompok maka
dibutuhkan adanya pengaturan. Regulasi individu sering memunculkan benturan
pendapat. Seperti ketika pemerintah membutuhkan maka kemudian regulasi
diperketat, hal ini mengakibatkan keterlibatan masyarakat terkekang.
4. kapabilitas simbolik, artinya
kemampuan pemerintah dalam berkreasi dan secara selektif membuat kebijakan yang
akan diterima oleh rakyat. Semakin diterima kebijakan yang dibuat pemerintah
maka semakin baik kapabilitas simbolik sistem.
5. kapabilitas responsif, dalam proses
politik terdapat hubungan antara input dan output, output berupa kebijakan
pemerintah sejauh mana dipengaruhi oleh masukan atau adanya partisipasi
masyarakat sebagai inputnya akan menjadi ukuran kapabilitas responsif.
6. kapabilitas dalam negeri dan
internasional. Sebuah negara tidak bisa sendirian hidup dalam dunia yang
mengglobal saat ini, bahkan sekarang banyak negara yang memiliki kapabilitas
ekstraktif berupa perdagangan internasional. Minimal dalam kapabilitas
internasional ini negara kaya atau berkuasa (superpower) memberikan
hibah (grants) dan pinjaman (loan) kepada negara-negara
berkembang.
Ada satu pendekatan
lagi yang dibutuhkan dalam melihat proses politik yaitu pendekatan pembangunan,
yang terdiri dari 2 hal:
a. Pembangunan politik masyarakat
berupa mobilisasi, partisipasi atau pertengahan. Gaya agregasi kepentingan
masyarakat ini bisa dilakukans ecara tawaran pragmatik seperti yang digunakan
di AS atau pengejaran nilai yang absolut seperti di Uni Sovyet atau
tradisionalistik.
b. Pembangunan politik pemerintah
berupa stabilitas politik
Proses Politik di Indonesia
Sejarah Sistem
politik Indonesia dilihat dari proses politiknya bisa dilihat dari masa-masa
berikut ini:
- Masa prakolonial
- Masa kolonial (penjajahan)
- Masa Demokrasi Liberal
- Masa Demokrasi terpimpin
- Masa Demokrasi Pancasila
- Masa Reformasi
Masing-masing masa
tersebut kemudian dianalisis secara sistematis dari aspek :
· Penyaluran tuntutan
· Pemeliharaan nilai
· Kapabilitas
· Integrasi vertikal
· Integrasi horizontal
· Gaya politik
· Kepemimpinan
· Partisipasi massa
· Keterlibatan militer
· Aparat negara
· Stabilitas
Bila diuraikan
kembali maka diperoleh analisis sebagai berikut :
1. Masa prakolonial (Kerajaan)
· Penyaluran tuntutan – rendah dan terpenuhi
· Pemeliharaan nilai – disesuikan dengan
penguasa atau pemenang peperangan
· Kapabilitas – SDA melimpah
· Integrasi vertikal – atas bawah
· Integrasi horizontal – nampak hanya
sesama penguasa kerajaan
· Gaya politik – kerajaan
· Kepemimpinan – raja, pangeran dan
keluarga kerajaan
· Partisipasi massa – sangat rendah
· Keterlibatan militer – sangat kuat
karena berkaitan dengan perang
· Aparat negara – loyal kepada kerajaan
dan raja yang memerintah
· Stabilitas – stabil dimasa aman dan
instabil dimasa perang
2. Masa kolonial (penjajahan)
· Penyaluran tuntutan – rendah dan tidak
terpenuhi
· Pemeliharaan nilai – sering terjadi
pelanggaran ham
· Kapabilitas – melimpah tapi dikeruk
bagi kepentingan penjajah
· Integrasi vertikal – atas bawah tidak
harmonis
· Integrasi horizontal – harmonis dengan
sesama penjajah atau elit pribumi
· Gaya politik – penjajahan, politik
belah bambu (memecah belah)
· Kepemimpinan – dari penjajah dan elit
pribumi yang diperalat
· Partisipasi massa – sangat rendah
bahkan tidak ada
· Keterlibatan militer – sangat besar
· Aparat negara – loyal kepada penjajah
· Stabilitas – stabil tapi dalam kondisi
mudah pecah
3. Masa Demokrasi Liberal
· Penyaluran tuntutan – tinggi tapi
sistem belum memadani
· Pemeliharaan nilai – penghargaan HAM
tinggi
· Kapabilitas – baru sebagian yang
dipergunakan, kebanyakan masih potensial
· Integrasi vertikal – dua arah, atas
bawah dan bawah atas
· Integrasi horizontal- disintegrasi,
muncul solidarity makers dan administrator
· Gaya politik – ideologis
· Kepemimpinan – angkatan sumpah pemuda
tahun 1928
· Partisipasi massa – sangat tinggi,
bahkan muncul kudeta
· Keterlibatan militer – militer dikuasai
oleh sipil
· Aparat negara – loyak kepada
kepentingan kelompok atau partai
· Stabilitas – instabilitas
4. Masa Demokrasi terpimpin
· Penyaluran tuntutan – tinggi tapi tidak
tersalurkan karena adanya Front nas
· Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM
rendah
· Kapabilitas – abstrak, distributif dan
simbolik, ekonomi tidak maju
· Integrasi vertikal – atas bawah
· Integrasi horizontal – berperan
solidarity makers,
· Gaya politik – ideolog, nasakom
· Kepemimpinan – tokoh kharismatik dan
paternalistik
· Partisipasi massa – dibatasi
· Keterlibatan militer – militer masuk ke
pemerintahan
· Aparat negara – loyal kepada negara
· Stabilitas – stabil
5. Masa Demokrasi Pancasila
· Penyaluran tuntutan – awalnya seimbang
kemudian tidak terpenuhi karena fusi
· Pemeliharaan nilai – terjadi
Pelanggaran HAM tapi ada pengakuan HAM
· Kapabilitas – sistem terbuka
· Integrasi vertikal – atas bawah
· Integrasi horizontal – nampak
· Gaya politik – intelek, pragmatik,
konsep pembangunan
· Kepemimpinan – teknokrat dan ABRI
· Partisipasi massa – awalnya bebas
terbatas, kemudian lebih banyak dibatasi
· Keterlibatan militer – merajalela
dengan konsep dwifungsi ABRI
· Aparat negara – loyal kepada pemerintah
(Golkar)
· Stabilitas stabil
6. Masa Reformasi
· Penyaluran tuntutan – tinggi dan
terpenuhi
· Pemeliharaan nilai – Penghormatan HAM
tinggi
· Kapabilitas –disesuaikan dengan Otonomi
daerah
· Integrasi vertikal – dua arah, atas
bawah dan bawah atas
· Integrasi horizontal – nampak, muncul
kebebasan (euforia)
· Gaya politik – pragmatik
· Kepemimpinan – sipil, purnawiranan,
politisi
· Partisipasi massa – tinggi
· Keterlibatan militer – dibatasi
· Aparat negara – harus loyal kepada
negara bukan pemerintah
· Stabilitas – instabil
Selasa, 01 November 2011
Laut dalam Kehidupan Kita
Laut
memiliki peranan yang sangat penting dalam mengontrol iklim di Bumi dengan
memindahkan panas dari daerah ekuator menuju ke kutub. Tanpa peranan laut, maka
hampir keseluruhan planet Bumi akan menjadi terlalu dingin bagi manusia untuk
hidup. Laut juga merupakan sumber makanan, energi (baik yang terbarukan maupun
yang tak terbarukan), dan obat-obatan. Daerah pantai juga merupakan daerah yang
sangat besar peranannya bagi kehidupan manusia. Hampir 60% penduduk Bumi
tinggal di daerah sekitar pantai.
Seperti kita ketahui, lebih dari 70% bagian dari planet Bumi ditutupi oleh air (dimana sebagian besarnya adalah lautan). Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran yang sangat besar yang biasa disebut sebagai global conveyor belt, bergerak dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke permukaan. Angin, salinitas dan temperatur air laut mengontrol sabuk aliran global ini. Sabuk aliran inilah yang berperan memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi. Pergerakan air laut mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran global memerlukan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 1000 tahun. Pergerakan ini dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
1. sirkulasi yang dibangkitkan oleh perbedaan densitas air laut, dimana densitas air laut bergantung pada harga temperatur dan salinitasnya. Sirkulasi ini biasa disebut sebagai sirkulasi termohalin (dari kata thermo yang berarti energi panas dan haline yang berarti garam).
2. sirkulasi yang dibangkitkan oleh angin permukaan yang mengakibatkan adanya arus permukaan laut. Salah satu contoh dari arus yang dibangkitkan oleh angin adalah arus Gulf Stream.
Lautan juga berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di lautan. Di beberapa bagian laut, CO2 dapat tersimpan hingga berabad-abad lamanya dan berperan sangat besar dalam mengurangi pemanasan global.
Karena begitu pentingnya arti laut bagi kehidupan manusia, maka adalah kewajiban manusia untuk tetap menjaganya. Kemampuan laut menyerap CO2 akan berkurang jika ekosistem laut banyak mengalami kerusakan seperti rusaknya terumbu karang dan hutan bakau. Terumbu karang tak ubahnya bagaikan rumah bagi makhluk laut. Demikian juga halnya dengan hutan bakau, adalah rumah bagi makhluk2 laut yang hidup di dekat pantai. Tanpa terumbu karang dan hutan bakau, perlahan-lahan ekosistem laut akan terancam kelangsungan hidupnya sehingga sumber makanan laut yang dapat diperoleh oleh para nelayan pun akan jauh berkurang. Banyak hal telah mengakibatkan rusaknya hutan bakau dan terumbu karang antara lain pembukaan besar-besaran daerah budidaya, penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan pencemaran lingkungan.
Jika terumbu karang dan hutan bakau telah rusak, untuk bisa merehabilitasinya diperlukan waktu yang sangat lama dan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga kelestarian lingkungan kita dan merawatnya dengan penuh rasa tanggungjawab.
Seperti kita ketahui, lebih dari 70% bagian dari planet Bumi ditutupi oleh air (dimana sebagian besarnya adalah lautan). Air laut bergerak secara terus-menerus mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran yang sangat besar yang biasa disebut sebagai global conveyor belt, bergerak dari permukaan ke dalam samudera dan kembali lagi ke permukaan. Angin, salinitas dan temperatur air laut mengontrol sabuk aliran global ini. Sabuk aliran inilah yang berperan memindahkan energi panas yang dipancarkan oleh Matahari ke Bumi. Pergerakan air laut mengelilingi Bumi dalam suatu sabuk aliran global memerlukan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 1000 tahun. Pergerakan ini dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu:
1. sirkulasi yang dibangkitkan oleh perbedaan densitas air laut, dimana densitas air laut bergantung pada harga temperatur dan salinitasnya. Sirkulasi ini biasa disebut sebagai sirkulasi termohalin (dari kata thermo yang berarti energi panas dan haline yang berarti garam).
2. sirkulasi yang dibangkitkan oleh angin permukaan yang mengakibatkan adanya arus permukaan laut. Salah satu contoh dari arus yang dibangkitkan oleh angin adalah arus Gulf Stream.
Lautan juga berperan menangkap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar seperempat CO2 yang dihasilkan oleh manusia dari hasil pembakaran bahan bakar fosil diserap dan disimpan di lautan. Di beberapa bagian laut, CO2 dapat tersimpan hingga berabad-abad lamanya dan berperan sangat besar dalam mengurangi pemanasan global.
Karena begitu pentingnya arti laut bagi kehidupan manusia, maka adalah kewajiban manusia untuk tetap menjaganya. Kemampuan laut menyerap CO2 akan berkurang jika ekosistem laut banyak mengalami kerusakan seperti rusaknya terumbu karang dan hutan bakau. Terumbu karang tak ubahnya bagaikan rumah bagi makhluk laut. Demikian juga halnya dengan hutan bakau, adalah rumah bagi makhluk2 laut yang hidup di dekat pantai. Tanpa terumbu karang dan hutan bakau, perlahan-lahan ekosistem laut akan terancam kelangsungan hidupnya sehingga sumber makanan laut yang dapat diperoleh oleh para nelayan pun akan jauh berkurang. Banyak hal telah mengakibatkan rusaknya hutan bakau dan terumbu karang antara lain pembukaan besar-besaran daerah budidaya, penangkapan ikan dengan menggunakan racun dan pencemaran lingkungan.
Jika terumbu karang dan hutan bakau telah rusak, untuk bisa merehabilitasinya diperlukan waktu yang sangat lama dan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga kelestarian lingkungan kita dan merawatnya dengan penuh rasa tanggungjawab.
Makna Lagu Indonesia Raya
Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Makna Lagu Indonesia Raya
Setiap negara mempunyai lagu
kebangsaan masing-masing, tidak ada dua negara yang memiliki lagu kebangsaan
yang sama, karena lagu kebangsaan adalah ekspresi kejiwaan dari suatu bangsa.
Lagu kebangsaaan menempati kedudukan yang khusus dan dihormati oleh seluruh
rakyatnya. Lagu kebangsaan selalu dinyanyikan atau diperdengarkan pada setiap
acara resmi kenegaraan, dan juga pada setiap acara di luar negeri yang membawa
nama negara.
Lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R.
Supratman, merupakan lagu kebangsaan bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagai
sebuah lagu yang dihormati dan dibanggakan, pembangkit semangat kebangsaan, dan
terasa ada kesyahduan yang luar biasa dalam penjiwaannya.
Pada jaman penjajahan, pihak
penjajah melarang rakyat menyanyikan lagu ini, tapi rakyat mengabaikannya, dan
tetap menyanyikannya, sehingga bertambah jiwa nasionalisme, rasa kebangsaan,
rasa senasib sepenanggungan, dan rasa seperjuangan, serta semakin memperkokoh
persatuan dalam melawan penjajahan.
Sekarang, banyak warga dan banyak
para siswa/pelajar yang tidak memperlihatkan sikap hormat secara fisik, ketika
menyanyikan atau mendengarkan lagu Indonesia Raya. (kalau hanya menghormati
dalam hati tentu tidak nyata dan tidak terlihat). Kenyataan ini menunjukkan
bahwa pendidikan kurang memberikan bobot tentang materi nasionalisme, kurang
menanamkan jiwa kebangsaan, kurang melatih membiasakan diri untuk bersikap
menghormati lambang-lambang negara, sehingga mereka kurang bangga memiliki
bangsa yang merdeka dan kurang bangga memiliki lagu kebangsaan. Padahal
pendidikan di Indonesia, sejak awal kemerdekaan menganut paham ajaran Ki
Hajardewantara yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai
nasionalisme.
Kehilangan arti dan makna dari lagu
kebangsaan pada sebagian besar warga negara dalam waktu yang lama, bisa
berakibat memperlemah jiwa kebangsaan, dan menurunnya rasa berbangsa dan
bernegara. Hal ini ditandai dengan :
1. Ketika lagu Indonesia Raya
dikumandangkan, mereka tidak lagi merasakannya sebagai suatu lagu yang khusus
sifatnya, tapi merasakannya sama seperti lagu lainnya. (Padahal lagu lainnya
sedikit yang berjiwa kebangsaan)
2. Mereka lebih berminat dan lebih
tertarik dengan lagu-lagu populer lainnya, termasuk mengidolakan para artis
terkenalnya, sehingga lagu kebangsaan menjadi semakin kurang diperhatikan dan
kurang diminati. (Adapun mereka yang tidak bisa menyanyikannya bukan berarti
kurang perhatiannya, tapi itu adalah masalah latihan dan bakat seseorang, ada
orang yang harus berlatih lama sekali, baru mampu menyanyikannya)
3. Ketika mereka menyanyikan lagu
Indonesia Raya pada suatu acara, mereka hanya ikut-ikutan, atau ada rasa
keterpaksaan, seharusnya keinginan menyanyikannya timbul dari dorongan kemauan
yang kuat dari hati sendiri. (Apalagi jika yang memimpin lagu adalah
orang/kelompok yang kurang simpatik, menjadi semakin kurang menarik)
4. Keadaan akan semakin buruk, jika
ada anggapan bahwa menyanyikan lagu kebangsaan hanya membuang waktu, atau
dianggap tidak perlu lagi, karena keadaan kita sekarang sudah merdeka. (Ini
adalah anggapan yang keliru, karena mereka tidak mengerti tentang isi dan makna
dari lagu kebangsaan itu sendiri).
5. Keadaan akan sangat buruk bagi
lemahnya jiwa kebangsaan dan rendahnya rasa berbangsa dan bernegara pada
sebagian besar warga negara, jika pada semua acara/kegiatan yang bersifat
kebangsaan dan kenegaraan, tidak dikumandangkan lagu Indonesia Raya. Walaupun
kegiatan itu hanya setingkat RT/RW, apalagi tingkat departemen/instansi
pemerintah. (Apakah dirasakan sudah sangat cukup, jika hanya setahun sekali
menyanyikannya? Dan itupun hanya sekedar jadi tontonan yang berulang-ulang
setiap tahun?)
Lemahnya nasionalisme pada sebagian
bersar warga negara, akan berdampak pada kewibawaan negara yang semakin jatuh,
baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Jangan dikira bahwa dampak ini sama
sekali tidak ada hubungannya dengan rendahnya kinerja, pelayanan yang tidak
maksimal pada semua departemen/instansi/ badan-badan dan lain-lain.
Upaya untuk menaikkan kewibawaan
negara di dalam dan di luar negeri, tentu dengan menguatkan nasionalisme dan
meningkatkan prestasi di semua bidang, sebab kalau menjaga kewibawaan negara
melalui kekuasaan dan kekuatan akan berdampak munculnya “tudingan” bahwa negara
melanggar HAM. Padahal negara lain ada yang sudah/pernah melanggar HAM, tapi
mereka pura-pura tidak tahu, pura-pura pilon atau pura-pura “bersih” dan tidak
pernah melanggar HAM sekecil apapun.
Setiap kalimat dan bait pada lagu
Indonesia Raya, mempunyai arti dan makna, terdapat 12 item, sebagai berikut :
1. Indonesia Tanah Airku, kalimat ini menanamkan
kesadaran,
a. Bahwa setiap warga memiliki tanah air yaitu Indonesia,
b. Bahwa setiap warga memilik hak dan kewajiban terhadap
tanah airnya.
c. Bahwa setiap warga mengaktualisasikan dirinya dalam upaya
merealisasikan makna sumpah pemuda.
2. Tanah tumpah darahku, kalimat ini menanamkan
kesadaran,
a. Bahwa setiap warga telah memiliki
wadah/ruang/tempat, yaitu di tanah yang termasuk wilayah Indonesia.
b. Bahwa Tanah Air Indonesia adalah
tempat untuk berusaha, berjuang, dan berdarma bakti dengan kerja keras
membanting tulang, menguras keringat dan air mata, sampai menumpahkan darah.
3. Disanalah aku berdiri, kalimat ini menanamkan
kesadaran,
a. Bahwa setiap warga telah berdiri
sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa lainnya,
b. Bahwa di tanah air Indonesia kita
semua memiliki derajat yang sama dengan bangsa lainnya di dunia ini.
4. Jadi pandu ibuku, kata
ibuku maksudnya adalah ibu pertiwi atau pemerintahan yang sah. Kalimat ini
menanamkan kesadaran,
a. Bahwa pemerintahan yang sah,
mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam berperan menjadi
pandu/penuntun/pembimbing bagi semua warga negaranya untuk meningkatkan
kesejahteraan semua warganya;
b. Bahwa sikap setiap warga terhadap
ibu pertiwi harus bersikap sama seperti sikapnya terhadap ibu kandung/orang
tua.
5. Indonesia kebangsaanku, Bangsa
dan tanah airku, kedua kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga memiliki
kebangsaan yaitu berbangsa Indonesia, berkewarganegaraan Indonesia.
b. Bahwa setiap warga bersikap tegas
dalam pengakuannya berkebangsaan Indonesia dan bertanah air Indonesia.
6. Marilah kita berseru, Indonesia bersatu,
kedua kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga berseru,
bersikap dan berusaha membina persatuan dan kesatuan Indonesia agar Indonesia
benar-benar bersatu, baik melalui sikap, kata, tingkahlaku dan perbuatan
sehari-hari.
b. Bahwa setiap warga berusaha
sedapat mungkin menjauhkan semua hal yang dapat memecah belah Indonesia.
7. Hiduplah tanahku, Hiduplah
negeriku, Bangsaku rakyatku, Semuanya, bait ini terdiri dari
empat kalimat menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga selalu
berusaha agar Indonesia menjadi tanah air yang hidup untuk waktu yang tidak
terbatas.
b. Bahwa setiap warga, setiap rakyat
, semuanya, harus menjadi penduduk yang benar-benar hidup, benar-benar dinami
dan kreatif untuk merubah keadaan, agar keadaan selalu berubah menjadi lebih
baik
c. Bahwa semua rakyat, semua warga
berusaha agar jangan sampai rakyat mati dan berusaha agar Indonesia jangan
sampai mati, punah atau bubar.
8. Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya,
kedua kalimat ini menanamkan kesadaran,
a. Bahwa setiap warga lebih
mengutamakan dalam berusaha membangun jiwa kebangsaan, ruh nasionalisme,
semangat berbangsa dan bernegara, mental spiritual dengan sangat prima, dan
menjadi prioritas utama.
b. Bahwa setiap warga juga membangun
badannya, melaksanakan pembangunan fisik dengan sangat maksimal untuk
kesejahteraan lahir batin.
9. Untuk Indonesia Raya, kalimat ini menanamkan
kesadaran,
a. Bahwa setiap warga dalam berusaha
disemua bidang, harus merupakan bagian kegiatan yang integral dalam suatu
strategi besar untuk pembangunan Indonesia seutuhnya,
b. Bahwa semua warga dalam
melaksanakan usahanya dalam bidang apapun harus maju bersama, berjalan seiring
menuju Indonesia Raya, harus saling bersinergi, dan harus diupayakan tidak
boleh ada yang saling menghambat.
10. Indonesia Raya merdeka merdeka, dalam kalimat ini
kata merdeka diucapkan dua kali, menanamkan kesadaran,
a. Bahwa seluruh wilayah Indonesia
harus benar-benar merdeka, tidak ada lagi penjajahan, penyerobotan dari pihak
asing, tidak ada penguasaan daerah oleh pihak asing.
b. Bahwa setiap warga harus berusaha
untuk tidak ada lagi penjajahan di seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk
apapun, dalam bidang apapun.
11. Tanahku negeriku yang kucinta, kalimat ini
menanamkan kesadaran,
Bahwa setiap warga dalam semua
usahanya untuk berprestasi, berproduksi, berkreasi, berinovasi berdasarkan atas
cintanya kepada negerinya dan tanah airnya.
12. Hiduplah Indonesia Raya, kalimat ini menanamkan
kesadaran
Bahwa cita-cita tertinggi dari setiap warga adalah Indonesia
mampu berjuang hidup untuk waktu yang tidak terbatas, mampu bersaing dalam
globalisasi internasional di semua bidang. Dan Indonesia hidup terus menjadi
negara yang besar dan menjadi negara yang disenangi dunia internasional.
Langganan:
Postingan (Atom)