Selamat Datang

Selamat Datang di Blog Inspirasi Kehidupan

Minggu, 18 November 2012

PKM-K MEJA PRAKTIS IPAD 3 TAHUN 2012

http://www.4shared.com/office/-wFCEX9R/PKM-K_MEJA_PRAKTIS_IPAD_3.html?

Minggu, 01 April 2012

Permasalahan Merek RM Padang Sederhana-RM Padang Sederhana Bintaro

Permasalahan yang terjadi adalah RM Padang Sederhana menggugat RM Padang Sederhana Bintaro. Sejarahnya adalah RM Padang Sederhana (RMPS) awalnya didirikan Bustaman pada 1972, RMPS pun menjadi franchise dengan peminat banyak di seluruh Indonesia. RMPS juga memiliki banyak nama seperti Sederhana (SA), Sederhana (SS), Sederhana (SH), Sederhana (SL), dan Sederhana (SB).

Dari sejumlah media, terungkap pada 2008 Bustaman menggugat H.Djamilus Djamil dan para ahli warisnya sebesar Rp 5 miliar plus larangan menggunakan kata "Sederhana" sebagai nama dagang. Bustaman dan Djamilus Djamil sebenarnya pernah bekerja sama dan sama-sama berjuang membesarkan warung makanan Padang. Namun, pada 2001 keduanya tak lagi sejalan. Bustaman mengembangkan usahanya hingga memiliki 70 buah gerai dan sebagian besar terletak di daerah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi. Pengelola Sederhana Bintaro pun melakukan hal yang sama. 

Alasan Bustaman melakukan gugatan melalui pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu terkait dengan perebutan merek "Sederhana" dan nama dagang itu telah didaftarkannya ke Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual sejak 1997. Tiba-tiba, muncul merek serupa yang digunakan oleh pengelola RM Padang asal Bintaro, Jakarta. Menurut Bustaman, bukan hanya tulisan, huruf dan warna merek saja yang sama, namun bentuk bangunan rumah makan pesaingnya juga mirip dengan miliknya. Apalagi, RM Sederhana Bintaro belakangan gerainya bertambah banyak.

Akan Tetapi tudingan tersebut dibantah oleh pengelila RM Padang Sederhana Bintaro lantaran dirinya berhak untuk menggunakan merek yang disengketakan itu yang telah mengantongi sertifikat yang dikeluarkan oleh Dirjen HaKl pada 13 Maret 2003.
Permasalahannya kedua pihak mengaku punya sertifikat dari Dirjen HaKl.

Karena permasalahan ini lah yang melatarbelakangi kami untuk mengambil tema konflik merek "Sederhana" pada RM Padang.

Kamis, 15 Maret 2012

Masalah Hak Paten, Layanan Push E-mail untuk iCloud dan MobileMe Dihentikan di Jerman

Pengguna iOS di Jerman untuk sementara tidak dapat menikmati feature push e-mail untuk iCloud dan MobileMe. Hal tersebut dapat terjadi karena saat ini Apple sedang menjalankan proses pengadilan. Beberapa waktu lalu, Motorola Mobility menuntut Apple karena masalah hak paten.
Untungnya, para pengguna yang terkena masalah ini masih dapat menerima e-mail untuk iCloud dan MobileMe. Hanya fungsi “push e-mail” saja yang dimatikan di negara tersebut. E-mail baru tetap akan terdownload ke perangkat berbasis iOS saat aplikasi Mail dibuka. Layanan Push e-mail untuk perangkat lain seperti desktop, laptop, dan web tidak terpengaruh atas masalah ini.
Masih ingin menerima e-mail secara otomatis tanpa harus masuk ke aplikasi Mail? Anda bisa menyalakan feature “Tap Fetch New Data”. Feature tersebut dapat Anda temukan di bagian Setting, Mail, Contacts, Calendar. Kemudian, pilihlah “Tap Fetch New Data”. Pilih interval waktu untuk Fetch. Setelah mengatur hal tersebut, Anda akan menerima e-mail secara otomatis sesuai dengan waktu yang Anda tentukan sendiri.
Bagaimana tanggapan Apple terhadap tuntutan dari Motorola Mobility tersebut? Apple sendiri merasa kalau tuntutan tersebut tidak tepat. Oleh karena itu, mereka akan melawan terhadap tuntutan tersebut.


 Sumber : http://www.jagatreview.com/2012/02/masalah-hak-paten-layanan-push-e-mail-untuk-icloud-dan-mobileme-dihentikan-di-jerman/

Tanggapan :
Dalam pembuatan hak karya cipta memang tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah. Dari mulai perancangan, pembuatan sampai dengan sebuah karya cipta masih bisa ditangani. Namun biasanya setelah karya cipta itu sudah jadi baru bermasalah, itu merupakan bagian yang sering tidak diperhatikan oleh si empunya karya cipta. Sebenarnya setiap selesainya membuat sebuah karya cipta, hendaknya langsung memasang hak paten. Seperti layaknya kasus di atas, Motorola Mobility menuntut Apple untuk masalah hak paten. Layanan Push E-mail dan MobileMe dipermasalahkan oleh kedua pihak tersebut hingga sampai ke pengadilan. Sebenarnya layanan aplikasi tersebut adalah punya Motorola Mobility, namun diciptakan kembali oleh Apple. Namun hingga Apple menciptakan kembali layanan tersebut Motorola Mobility belum memberi label pada layanan aplikasi tersebut. Sehingga pada saat di meja hijau pihak Apple akan tetap melawan, karena merasa tidak bersalah. Ini sebagai pelajaran bagi kita semua, bahwa hak paten untuk karya cipta kita sangatlah penting sehingga tidak dibajak atau ditiru oleh orang lain. Sehingga sebaiknya setelah karya cipta kita jadi, hendaknya kita langsung memasang label hak paten pada karya cipta kita.